Berita Terkini

Sinergitas 3 Penyelenggara Pemilu.

Kab-probolinggo.kpu.go.id,  Sebanyak 709 pemberhentian tetap, dan total 8000 an lebih kasus etik telah ditangani Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Hal tersebut diungkapkan ketua DKPP saat Rakornas Penyelenggara Pemilu di hotel Grand Sahid Jakarta 7-9 November 2023.


Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim turut hadir sebagai peserta di antar ribuan peserta Rakornas yang terdiri atas unsur KPU, Bawaslu dan DKPP se Indonesia Raya. Giat yang berlangsung 3 hari tersebut juga dihadiri langsung oleh presiden RI Joko Widodo.


Pada kesempatan tersebut ketua DKPP Edy Lugito menyebutkan terdapat 289 laporan aduan ke DKPP sepanjang tahun 2023 ini. " Terdapat penyelenggara pemilu yang menjadi Teradu sebanyak 431 orang. 10 teradu di antaranya dengan pemberhentian tetap dan 235 lainnya direhabilitasi," jelasnya.


Banjirnya aduan ke DKPP tersebut menunjukkan betapa dinamika yang luar biasa di penyelenggara pemilu. "Oleh karena itu kayak bila anggaran DKPP ditambah 200 persen" ungkap Edy yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Bahkan mulai tahun depan DKPP akan memiliki kantor sendiri tidak nebeng seperti sekarang di Bawaslu RI.


Sementara Presiden RI Joko Widodo menegaskan akan pentingnya DKPP bertindak tegas. "DKPP harus berani tegas dan mengontrol. Kalau ada yg salah ya harus tegas diluruskan," tegas orang nomor satu di RI ini.


Selanjutnya beliau menyatakan bahwa Pemilu harus sangat demokratis. " Ada yang bilang Pemilu katanya bisa diintervensi dari mana-mana. Padahal di setiap TPS ada saksi dari mana-mana. Pemilu ini sangat terbuka bisa diawasi oleh siapa saja," tegasnya dengan penuh semangat.


Presiden berpesan jangan sampai ada yang coba-coba untuk intervensi. "Oleh sebab itu semua jajaran penyelenggara pemilu agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan detil. Harus dicek diawasi turun ke lapangan untuk melihat. Harus dicek dengan menggunakan teknologi terkini. Lakukan dengan maksimal apalagi anggaran sdh meningkat 200 persen, sergah presiden yang diikuti gelak tawa ribuan hadirin.


Terakhir beliau bercerita bahwa beberapa waktu semua Capres diajak makan siang. " Saling bersaing dan berkompetisi silahkan, perbedaan politik biasa dan wajar. Namun silaturahmi tetap jalan. Jangan sampai yang di atas makan bersama tapi di bawah malah saling bersitegang. Ini pesta demokrasi, harusnya rakyat bersukacita. Bukan keresahan dan kesedihan," jelas presiden. 


Selanjutnya presiden RI yang sudah memasuki masa akhir pengabdian ini berharap semoga pemilu hadir sebagai sarana konsolidasi yang baik. "Sehingga bisa menghadirkan gagasan yang baik untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia," pungkasnya.
 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 48 kali